Larangan Penjualan Minuman Keras di Kenya

Larangan Penjualan Minuman Keras di Kenya

Larangan Penjualan Minuman Keras di Kenya

Larangan Penjualan Minuman Keras di Kenya – Upaya pemerintahan dari negara belahan Afrika dalam mengambil tindakan dalam penjualan minuman mengandung alkohol di nilai bijaksana oleh kalangan masyarakat nya. Dimana dengan adanya larangan tersebut maka proses terjadi nya perkumpulan / kerumunan banyak orang ditempat – tempat hiburan akan berkurang.

Realted Post “https://www.degasperi.net/ciri-ciri-jenis-bentuk-pemerintahan-indonesia/

Selain itu sejak awal minggu 10 Agustus 2020 kemarin para petugas patroli Kenya sudah mulai menjalankan aksi nya dalam menarik semua stok minuman keras. Hal ini diterapkan untuk beberapa rumah hiburan nan masih bukan dan menjual minuman berkandungan alkohol tersebut secara terang – terangan. Ada beberapa aksi perlawanan dari para pedagang tersebut, sehingga memicu pertikaian antara petugas dengan pemilik nya.

Larangan Penjualan Minuman Keras di Kenya, Warga Mengganti Minuman Dengan Minum Darah Sapi Segar

Tradisi minum darah sapi di Kenya

Karena semua tempat hiburan dan penjualan minuman keras telah ditutup paksa oleh pemerintahan di Kenya. Maka masyarakat disana mengganti cara dalam bersenang – senang, yaitu dengan meminum darah segar dari sapi. Mereka melakukan seleksi kepada beberapa sapi, dan memotong bagian leher dan menggambil darah serta menampung nya didalam ember.

Hewan sembelihan ini berujung mati dengan busur panah, penduduk di Kenya juga sudah lama memiliki tradisi seperti ini sebelum tergantikan oleh minuman keras. Karena ide terserbut pemerintah Kenya masih merasa upaya pelarangan penjualan miras disana menjadi sia – sia. Karena tradisi ini sudah ada sejak lama, sehingga pemerintah masih mencari jalan dalam penyelesaian masalah tersebut.

Larangan Penjualan Minuman Keras di Kenya

Kasus penyebaran virus Covid-19 di Kenya sebenarnya tidak terlalu tinggi sekarang ini. Namun tidak bisa dikatakan juga kalau mereka sudah bebes dari penyebaran virus Corona. Karena negara Kenya pernah masuk dalam angka perkembangan terbesar, dan pemerintah ketika itu tidak bisa menangani secara cepat karena belum ditemukan faksin anti Corona. Sekian berita dari negara bagian Afrika kali ini, sampai bertemu dalam pembahasan selanjutnya bersama kami situs terbaik dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *